Anda Sembuh Kami Senang

Senin, 25 Juni 2018

Obat Dexamethason


Dexamethasone merupakan kelompok obat kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat-zat di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.

Dexamethasone digunakan untuk menangani sejumlah kondisi, seperti penyakit autoimun (misalnya sarkoidosis dan lupus), penyakit peradangan pada usus (misalnya ulcerative colitis dan penyakit Crohn), beberapa jenis penyakit kanker, serta alergi.



Dexamethasone juga digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi, mengobati hiperplasia adrenal kongenital, serta digunakan untuk mendiagnosis sindrom Cushing.

Merek dagang: Cortidex, Oradexon


Tentang Dexamethasone

Golongan
Kortikosteroid
Kategori
Obat resep
Manfaat
  • Mengatasi alergi
  • Mengatasi peradangan
  • Meredakan pembengkakan otak
  • Mengatasi edema pada makula
  • Mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi
  • Mendiagnosis sindrom Cushing
  • Mengatasi hiperplasia adrenal kongenital
Digunakan oleh
Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui
Masuk ke dalam Kategori C apabila dikonsumsi setelah kehamilan melewati trimester pertama. (Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin)Masuk ke dalam Kategori D apabila dikonsumsi pada kehamilan trimester pertama. (Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa)
Bentuk obat
Tablet, sirop, suntik, dan infus

Dexamethasone merupakan jenis obat terbatas dan hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Selain berbentuk tablet dan sirup, dexamethasone juga tersedia dalam bentuk suntik dan diperuntukkan bagi mereka yang mengalami kesulitan menelan obat atau bagi mereka yang membutuhkan penanganan cepat.

Peringatan:

  • Untuk memastikan bahwa Anda dapat mengonsumsi dexamethasone dengan aman, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, depresi atau gangguan mental, infeksi herpes pada mata, gangguan otot, TBC, diabetes, penyakit ginjal, gagal jantung, radang lambung, glaukoma atau katarak, penggumpalan darah, osteoporosis, gangguan tiroid, penyakit hati.
  • Hati-hati dan konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan dexamethasone apabila Anda adalah wanita yang berencana untuk hamil, sedang hamil, atau menyusui.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru saja atau akan menerima vaksin.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru-baru saja berdekatan dengan penderita cacar air, campak atau cacar ular (herpes zoster). Pengguna dexamethasone perlu menghindari pengidap penyakit menular karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah saat sedang mengonsumsi obat steroid.
  • Jangan menghentikan pengobatan secara langsung tanpa bertanya terlebih dahulu pada dokter, karena penghentian obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Dexamethasone

Dosis dexamethasone tergantung pada penyakit atau gejala yang ditangani. Umumnya, dosis awal yang akan diresepkan dokter berada di antara 0.75-9 mg per harinya. Perlu diketahui bahwa dosis dexamethasone juga akan disesuaikan dengan perkembangan penyakit atau gejala dan respons tubuh pasien terhadap obat ini. Untuk anak-anak, berat badan menjadi salah satu tolak ukur dalam menentukan dosis obat. Untuk informasi lebih lengkap, tanyakan pada dokter.

Menggunakan Dexamethasone dengan Benar

Konsumsilah dexamethasone sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja lupa mengonsumsi satu dosis, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut selama jedanya kurang dari satu hari. Namun,  apabila sudah lewat satu hari, jangan menggandakan dosis.

Jika dexamethasone yang diresepkan oleh dokter berbentuk tablet, konsumsilah dengan disertai air dan jangan mengunyahnya. Obat ini bisa dikonsumsi ketika atau setelah Anda makan.

Interaksi Obat

Agar dapat bekerja secara efektif, dexamethasone tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat phenytoin, fenobarbital, rifampicin, suplemen vitamin A, tetrasiklin dan antibiotik lainnya, tiazid, ephedrine, barbiturat, primidon. Dexamethasone juga dapat mengubah efek obat pengencer darah oral, serta menurunkan efek obat hipoglikemik oral dan salisilat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Dexamethasone

Dexamethasone dapat menyebabkan efek samping dan bentuk efek samping tersebut bisa berbeda-beda pada penggunanya. Ada beberapa efek samping yang mereda seiring dengan tubuh menyesuaikan diri dengan obat ini.

Beberapa efek samping dexamethasone yang umum adalah:

  • Badan terasa lelah atau lemas.
  • Gangguan pola tidur.
  • Sakit kepala.
  • Vertigo.
  • Keringat berlebihan.
  • Jerawat.
  • Kulit kering dan menipis serta gampang memar.
  • Pertumbuhan rambut yang tidak biasa.
  • Perubahan suasana hati seperti depresi dan mudah tersinggung.
  • Mudah haus.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri pada sendi atau/dan tulang.
  • Sakit perut atau perut terasa kembung.
  • Rentan terhadap infeksi.

Lihat lebih lanjut mengenai:

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Obat Cinolon N

Cinolon N : Kegunaan, Dosis, Efek Samping Penulis: Muhammad AriefReview medis: dr. Ahmad MuhlisinCinolon N adalah obat golongan antibioti...

My Blog

Statistik

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.